Tag Archives: Real Madrid

Gantikan Benítez : Mourinho Ataukah Zidane Yang Cocok

Gantikan Benítez : Mourinho Ataukah Zidane Yang Cocok

Gantikan Benítez : Mourinho Ataukah Zidane Yang Cocok

Gantikan Benítez : Mourinho Ataukah Zidane Yang Cocok

Karier Rafael Benítez sebagai pelatih Real Madrid memang sedang dalam situasi kurang kondusif saat ini. Beredar kabar bahwa hal terancamnya karier Benítez di Real dipicu dari kekalahan telak yang dialami skuad Los Merengues saat melawan pesaing utama mereka Barcelona dalam tema laga El Clasico beberapa waktu lalu.

Hasil tersebut pun membuat masa depan Benítez hingga saat ini masih dispekulasikan keberadaannya di skuad Madrid. Meski pada akhir pekan lalu Los Blancos mampu menang besar 10-2 atas Rayo Vallecano, tidak membuat para pendukung Madrid berhenti memberikan komentar tentang Benítez.

Boudewijn Zenden pesepakbola yang juga mantan anak asuh Benítez saat melatih di Liverpool dulu, ikut memberikan tanggapan seputar kabar yang sering terdengar belakangan tentang karier mantan pelatihnya tersebut. Menurutnya, kekalahan dari rival abadi Real yaitu Barcelona membuat beban mental bagi Benítez.

Dengan Barcelona sekarang ini berada di puncak klasemen Primera Divison, sementara Real meski berada di papan atas hanya bertengger di bangku ke-3, Benítez harus berpikir ekstra keras untuk memangkas jarak Madrid dengan Barca di tabel klasemen La Liga musim ini.

Nasib Rafael Benitez sebagai pelatih Real Madrid kerap diperdebatkan dalam beberapa bulan terakhir ini. Kegagalannya membawa Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan ke puncak klasemen hingga La Liga 2015/16 menggelar 16 jornada membuat nasib entrenador berusia 55 tahun tersebut dipertanyakan. Rumor beredar, jika tak segera mengangkat performa Los Blancos, Benitez akan ditendang dan digantikan José Mourinho.

Namun mantan General Manager Real Madrid, Jorge Valdano, mengatakan keberatannya kalau José Mourinho harus kembali melatih Real lagi, setelah pernah mengasuh Real Madrid periode 2010-2013. Valdano mengungkapkan mengganti Benítez dengan Mourinho bukanlah jalan yang lebih terang bagi Real Madrid, sehubungan dengan Mourinho adalah pelatih yang dianggap kurang baik musim ini dan dipecat dari The Blues.

Di sisi lain, pesepakbola legendaris Prancis Zinedine Zidane juga sedang gencar diberitakan akan diangkat menjadi pelatih utama Real Madrid. Melatih Madrid merupakan impian bagi pria asal Prancis usia 43 tahun tersebut.

Salah satu pemain legenda Real Madrid, Luís Figo menyatakan dukungannya terhadap spekulasi bahwa Zidane akan melatih tim sekaliber Los Blancos. Meski demikian, mantan pesepakbola internasional Portugal itu tidak bisa menebak seberapa besar peluang Zidane melatih bisa terwujud.

El Real sendiri belum memberikan sinyal untuk penggantian tongkat kepelatihan kepada Zinedine Zidane atau kepada pelatih Liga Primer Inggris José Mourinho. Menurut Figo, kesempatan bisa saja terjadi bagi Zidane, namun pihak Real Madrid lah yang akan mengumumkan kepada siapakah yang pantas diberikan tanggung jawab melatih Real Madrid.

Gerard Pique Selalu Dapat Sorakan Suporter

Gerard Pique Selalu Dapat Sorakan Suporter

Gerard Pique Selalu Dapat Sorakan Suporter

Gerard Pique Selalu Dapat Sorakan Suporter

Gerard Pique mengaku tak terpengaruh dengan sorakan yang belakangan dia terima dari penonton. Namun bek Barcelona dan timnas Spanyol itu masih tidak paham mengapa suporter selalu mencemoohnya.

Musim ini Pique menjadi ‘musuh’ publik Spanyol. Dalam pertandingan timnas Spanyol maupun Barca, Pique selalu jadi sasaran sorakan dari penonton yang hadir dibeberapa stadion pertandingan.

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi sorakan-sorakan tersebut. Ejekan yang kerap dilontarkan Pique kepada Real Madrid, mulai dari menyinggung pesta ulang tahun Ronaldo hingga menertawakan dicoretnya Madrid dari Copa del Rey, menjadi penyebab paling kuat.

Situasi tersebut pada akhirnya merembet ke timnas Spanyo. Alvaro Arbeloa, pemain timnas Spanyol yang juga pemain Madrid, menanggapi dengan sengit sikap Gerard Pique tersebut. Gerard Pique pun membalas dengan menyebut bahwa Arbeloa bukanlah temannya, melainkan hanya seorang rekan yang ia kenal di timnas.

Pique mengaku sama sekali tidak terganggu dengan sorakan-sorakan yang belakangan dia terima. Tapi dia menilai sikapnya itu terlalu dibesar-besarkan dipublik.

“Ini adalah situasi yang harus saya jalani. Saya tidak akan menghindari situasi ini,” ujar Pique kepada El Pais.

“Orang-orang membesar-besarkannya karena saya adalah saya, dan menjadi sensasi. Tapi di sebagian besar kesempatan saya bahkan tidak menyadarinya,” lanjut Pique.

“Cuma beberapa waktu lalu, bersama tim nasional, saya bertanya pada (Marc) Bartra saat jeda ‘Hari ini mereka menyoraki saya, kan?’ Dan dia mulai tertawa karena mereka banyak menyoraki saya. Tapi saya juga fokus pada pertandingan sehingga saya tidak menyadarinya.”

“Di satu sisi, 100 sorakan dan itu tampak seperti mereka menyoraki semuanya. Dan di sisi lain, saya tidak paham apa alasan mereka. Mereka membuat argumen yang tidak benar. ‘Pique tidak merasa seperti orang Spanyol.’ Kapan saya pernah bilang begitu? ‘Pique kelewatan soal Kevin Roldan’ mereka bilang. Tapi itu cuma Barca vs Madrid dan tidak ada hubungannya dengan tim nasional.”

“Tidak ada argumen yang masuk akal bagi saya. Saya merasa beruntung dan sangat senang menjadi olahragawan profesional, tapi apakah itu harus membuat orang-orang marah?” katanya.

Real Madrid Kehilangan Semangat Berlaga Atas Villarreal

Real Madrid Kehilangan Semangat Berlaga Atas Villarreal

Real Madrid Kehilangan Semangat Berlaga Atas Villarreal

Real Madrid Kehilangan Semangat Berlaga Atas Villarreal

MADRID – Mantan bos besar Real Madrid, Jorge Valdano, melihat ada hubungan yang terputus antara pelatih dan pemain di Real Madrid. Perpecahan di mata Mantan bos besar Real Madrid tersebut terjadi setelah Los Blancos mengalami kekalahan 1-0 dari Villarreal pada lanjutan pertandingan La Liga, Senin 14 Desember 2015 dini hari WIB.

Dalam pertandingan atas Villarreal tersebut, skuad asuhan pelatih Rafael Benitez ini tidak menunjukkan agresivitas dan juga semangat untuk menyerang yang baik. Menurut Valdano tak adanya koordinasi menunjukkan bahwa El Real memiliki semangat bermain yang sangat lemah.

“Ada penurunan intensitas permainan itu hanya pada menit pertama. Madrid mempunyai banyak peluang pada babak kedua namun pemain Real Madrid tidak memiliki semangat sama sekali untuk menciptakan gol ke gawang Villarreal,” lanjut Valdano dilansir Soccerway, Selasa (15/12/2015).

Valdano lantas membeberkan pernyataan bahwa situasi di Real Madrid kini sangat tidak stabil seperti biasanya . Pasalnya, tidak ada motivasi dan agresivitas dalam permainan Los Blancos, baik itu dari pelatih Rafael Benitez maupun Ronaldo dkk di beberapa laga terakhir.

“Rafael Benitez tidak akan bisa melatih tim raksasa spanyol sekelas Real Madrid saat melawan Villareal. Real Madrid harus memperbaiki sinyal yang hilang antara pelatih dengan para pemainnya,” ungkap pria berusia 60 tahun tersebut.

Los Blancos Menelan Kekalahan Atas Villarreal CF - La Liga

Los Blancos Menelan Kekalahan Atas Villarreal

Los Blancos Menelan Kekalahan Atas Villarreal

Los Blancos Menelan Kekalahan Atas Villarreal CF - La Liga

Villarreal – Real Madrid menelan kekalahan saat bertandang ke markas besar Villarreal. Bertandang ke El Madrigal, Los Blancos menyerah dengan skor akhir pertandingan 0-1.

Roberto Soldado tampil sebagai pahlawan Villarreal lewat gol tunggal yang diciptakannya di awal laga saat pertandingan baru dimulai. Villarreal berhasil merepotkan Los Blancos di babak pertama dan sempat membentur mistar gawang.

Sementara itu, Madrid hnaya mempu mendominasi babak kedua dengan menciptakan banyak peluang. Namun, peluang-peluang tersebut tidak membuahkan hasil yang positif bagi Madrid.

Dengan kekalahan ini, Madrid gagal mendekati posisi dua teratas dari Barcelona dan Atletico Madrid, yang sama-sama mengumpulkan 35 poin. Los Blancos tetap di peringkat ketiga dengan torehan 30 poin sedangkan Villarreal di posisi kelima dengan torehan 27 poin.

Jalannya Pertandingan

Villarreal mengawali pertandingan dengan positif. Saat laga baru berjalan empat menit, sepakan Jonathan Dos Santos menghantam mistar gawang Los Blancos usai menerima umpan Cedric Bakambu.

Lima menit kemudian, Madrid kebobolan. Bruno merampas bola dari Luka Modric sebelum mengirim bola kepada Bakambu untuk diselesaikan Roberto Soldado dengan sepakan mendatar yang menembus penjagaan kiper Keylor Navas. Villarreal pun memimpin 1-0.

Madrid menciptakan peluang di menit ke-24. Gareth Bale menyisir sisi kanan sebelum mengirim umpan silang ke tengah kotak, tapi penyelesaian Karim Benzema hanya melambung di atas mistar gawang Villarreal.

Bakumbu nyaris menambah gol Villarreal empat menit kemudian. Dengan kecepatannya, pemain Kongo itu merepotkan lini pertahanan Madrid sebelum berada dalam situasi satu lawan satu dengan Navas. Sayang, penyelesaian Bukumbu justru melenceng.

Di babak kedua, Madrid memulai dengan impresif. Umpan silang Bale dari sisi kanan gagal dimaksimalkan Benzema setelah tembakan volinya dari jarak dekat justru melayang di atas gawang Villarreal.

Navas melakukan penyelamatan untuk menghalau tembakan mendatar jarak jauh yang dilepaskan Soldado. Selanjutnya giliran Alphonse Areola yang mesti berjibaku menyelamatkan gawang Villarreal dengan menepis tendangan keras Bale.

Di menit ke-74, Benzema lagi-lagi membuang peluang Madrid. Dari garis gawang, Cristiano Ronaldo melewati Costa sebelum melakukan crossing ke kotak penalti. Benzema yang berdiri tanpa dikawal gagal mengarahkan sundulannya ke sasaran. Villarreal masih unggul 1-0.

Memasuki 10 menit terakhir pertandingan, Madrid terus menekan. James Rodriguez menusuk dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan ke sudut kanan atas gawang Villarreal namun masih melebar.

Di sisa waktu, serangan-serangan Madrid tidak mampu menembus solidnya Villarreal. Sampai peluit wasit tanda laga berakhir, skor 1-0 untuk keunggulan Villarreal tidak berubah.

Barca Dianggap Seperti Latihan Kala Hadapi Madrid

Barca Dianggap Seperti Latihan Kala Hadapi Madrid

Barca Dianggap Seperti Latihan Kala Hadapi Madrid

Barca Dianggap Seperti Latihan Kala Hadapi Madrid

Mantan kapten Barcelona, Xavi Hernandez, coba memberikan penilaian kemenangan Barcelona atas Real Madrid pada Minggu 22 November 2015 dini hari WIB. Menurutnya, Barcelona memang lebih superior di laga bertajuk El Clasico tersebut.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Santiago Bernabeu itu, Los Blancos memang seperti kewalahan menghadapi serangan Barca. Tim tamu sukses berpesta dengan skor 4-0, lewat gol Neymar, Andres Iniesta dan Luis Suarez (2 gol).

Skor tersebut menjadi kekalahan terbesar ke-3 Madrid di Bernabeu dalam laga El Clasico, sebelumnya kalah 0-5 pada 1974 dan 2-6 pada 2009. Xavi menilai Barca seharusnya bisa menang lebih banyak lagi.

“Meskipun ini bukan sebuah ‘manita’ (istilah Spanyol untuk kekalahan 5 gol), tetapi sudah lebih dari itu. Madrid juga mendapatkan 2 atau 3 peluang, tetapi Barcelona memiliki setidaknya 20 peluang bagus dan seharusnya bisa menang dengan margin lebih besar,” kata Xavi yang kini bermain di klub Qatar, Al Sadd, itu.

Xavi yang kini bermain untuk Al Sadd menilai bila Barcelona memang bermain cukup taktis di laga lanjutan La Liga tersebut. Bahkan, tim asuhan Luis Enrique tersebut seperti mengajarkan Madrid cara bermain sepakbola.

“Ini menjadi pertandingan bersejarah, 4-0 di Bernabeu, serta bagaimana Barca bermain. Saya pikir Barcelona memberikan pelajaran sepakbola kepada Madrid. Bagiku, itu menakjubkan dan saya harus mengucapkan selamat kepada mereka,” ujarnya seperti dilansir Football-Espana, Senin (23/11).

Rapor Merah Benitez Ujian Bagi Los Blancos

Rapor Merah Benitez Ujian Bagi Los Blancos

Rapor Merah Benitez Ujian Bagi Los Blancos

Rapor Merah Benitez Ujian Bagi Los Blancos

Posisi Rafeal Benitez sebagai pelatih Real Madrid kini mulai goyang. Penyebabnya tak lain karena kekalahan telak El Real 0-4 dari Barcelona pada laga El Clasico Minggu (22/11) dinihari WIB.

Menurut Football-Espana, dewan klub Real Madrid mengadakan pertemuan terkait keputusan masa depan mantan pelatih Liverpool tersebut.

Bahkan beberapa nama telah disiapkan untuk menjadi suksesor Benitez. Nama yang disebut dalam pertemuan itu adalah pelatih Real Madrid Castilla, Zinedine Zidane dan Victor Fernandez yang membesut Real Madrid B. “Mereka ini punya banyak pengalaman melatih dan bermain di La Liga,” demikian laporan yang dirilis Football-Espana, Minggu .

Benitez yang ditunjuk menjadi pelatih Madrid pada awal musim 2015-2016 belum bisa mengantarkan El Real di puncak klasemen.

Kini Real Madrid harus puas berada di bawah pemuncak klasemen Barcelona dengan terpaut enam poin.

Secara terpisah Benitez menyadari jika jabatannya mulai dispekulasikan. Meski demikian, hal itu tak jadi konsen un­tuknya melainkan pada cara membangkitkan mental para pemainnya.

Meski musim masih menyisakan 25 pekan lagi, kekalahan ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi mental pemain.

Terlebih masa depan Benitez ikut-ikutan dispekulasikan menyusul ketidakpuasan manajemen klub atas pemilihan tak­tiknya di laga melawan Barca, yang dinilai melakukan blunder dengan tidak menempatkan gelandang bertahan.

Selain itu, Benitez kabarnya tidak disukai oleh beberapa pemain bintang khususnya Cristiano Ronaldo.

“Logikanya kami merasa terpukul dengan kekalahan ini. Menyakitkan rasanya jika kalah dan terlebih harus didapat dengan penampilan seperti itu,” ujar Benitez di Sky Sports.

“Kami hanya kehilangan tiga poin dan tidak lebih dari itu. Yang bikin saya khawatir adalah bagaimana cara tim membangkitkan mental mereka sebelum laga berikutnya,” sambungnya.

Alonso Dikabarkan Kembali Perkuat Liverpool

Alonso Dikabarkan Kembali Perkuat Liverpool

Alonso Dikabarkan Kembali Perkuat Liverpool

Alonso Dikabarkan Kembali Perkuat LiverpoolPemain yang berasal dari Spanyol yaitu Xabi Alonso telah dikabarkan bahwa akan kembali ke salah satu klub raksasa English Premier League yaitu Liverpool. Xabi Alonso yang pernah membela Liverpool dari musim 2004-2005 sampai musim 2008-2009. Dalam kurun waktu lima musim, Xabi Alonso mantan pemain Real Sociedad tersebut berhasil menyumbang satu gelar Liga Champions untuk The Reds yang merupakan julukan Liverpool.

Xabi Alonso yang pada akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Liverpool pada tahun 2009 yang lalu. Dia memilih pulang ke negara asalnya untuk membela salah satu klub raksasa Spanyol yaitu Real Madrid selama lima tahun. Pada saat ini, Xabi Alonso gelandang yang telah berusia 33 tahun tersebut sedang bermain di Alianz Arena yang merupakan markas besar Bayern Munchen.

Xabi Alonso yang sudah memasuki usia tua itu telah dikabarkan tidak akan mendapatkan tawaran kontrak baru dari Bayern Munchen. Kontrak Xabi Alonso bersama Die Roten yang merupakan julukan Bayern Munchen sendiri akan berakhir pada akhir musim 2015-2016 nantinya.

Pelatih baru Liverpool yaitu Jurgen Klopp telah dikabarkan sedang membutuhkan sosok pemain senior di teamnya. Hal tersebut dia perlukan untuk memotivasi para pemain muda yang berada di Anfield Stadium yang merupakan markas besar Liverpool. Jika memang Xabi Alonso kembali ke Liverpool maka keinginan Jurgen Klopp akan segera terwujud.

Kabar Buruk untuk Arsenal dari Higuain

Kabar Buruk untuk Arsenal dari Higuain

Kabar Buruk untuk Arsenal dari Higuain

Kabar Buruk untuk Arsenal dari Higuain

Penyerang andalan Napoli yaitu Gonzalo Higuain telah dikabarkan menjadi target prioritas bagi salah satu klub raksasa English Premier League yaiut Arsenal pada bursa transfer musim dingin Januari 2016 yang akan mendatang. Personel team nasional Argentina itu disebut akan segera di plot sebagai penyerang utama skuad The Gunners yang merupakan julukan Arsenal pada sisa musim ini.

Melihat kondisi tersebut langsung saja coba dikomentari oleh Nicolas Higuain yang notabene adalah agen dari Gonzalo Higuain mantan pemain Real Madrid tersebut. Dia telah menegaskan bahwa klien yang juga saudara laki-lakinya tersebut masih merasa nyaman bermain di Stadio San Paolo yang merupakan markas besar Napoli.

“Kami bekerja dengan sangat baik dengan Napoli. Saya berada di Argentina selama lima bula dan saya tidak pergi keliling dunia berusaha menjual saudara saya,” ucap Nicolas Higuain seperti yang telah dikutip dari Tuttosport pada Rabu (18/11/2015).

“Jika besok sebuah klub datang dan mendapat kesepakatan dengan Preisden klub (Aurelio De Laurentis), maka itu akan menjadi masalah lain dan kami akan bicara dengannya tentang itu, tetapi dari rencana kami keinginan tersebut tidak ada,” lanjut Nicolas Higuain.

“Kami tidak sedang merencanakan masa depan di Arsenal, Manchester United maupun tempat yang lainnya. Terlebih, Gonzalo Higuain merasa sangat nyaman di sini, dan tidak berniat untuk pergi,” tuntas Nicolas Higuain pria berkebangsaan Argentina tersebut.

Messi Dikhawatirkan Masih Absen Pada El Clasico

Messi Dikhawatirkan Masih Absen Pada El Clasico

Messi Dikhawatirkan Masih Absen Pada El Clasico

Messi Dikhawatirkan Masih Absen Pada El Clasico

Jelang laga akbar El Clasico pada Minggu (22/11) dini hari WIB, Barcelona mendapatkan kabar kurang sedap. Pemain andalan mereka, Lionel Messi, disarankan oleh dokter timnas Argentina jangan merumput dulu pada laga tersebut.

Keberadaan Messi tentu sangat dibutuhkan oleh El Barca. Apalagi kini persaingan kedua tim semakin ketat di papan klasemen. Madrid yang berada di posisi kedua klasemen sementara hanya terpaut tiga poin saja dari Barca yang berada di posisi puncak. “Risikonya sangat besar jika Messi bermain di El Clasico,” terang Homero de Agostino melansir Soccerway, Rabu (11/11).

“Saya tak berpikir dia dalam kondisi bisa bermain di Clasico. Pelatih tampaknya tidak bisa mengandalkan pemain cadangan,” sambungnya.

Di level Timnas, Messi juga kemungkinan besar takkan dimainkan pada saat laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Brasil dan Kolombia. Cedera yang diderita Messi didapat pada saat pertandingan melawan Las Palmas pada 26 September lalu.

Sejatinya, performa Barcelona tanpa Messi tetap bagus. Pasukan Luis Enrique ini memenangi tujuh dari sembilan partai sejak cederanya El Messiah. Akan tetapi, pertemuan melawan Madrid akan sangat krusial lantaran partai tersebut menjadi penentu pemuncak klasemen sementara Liga Spanyol.

“Pemulihan Leo Messi di jalur yang telah kami tetapkan. Tapi, kami tidak memiliki niat untuk memaksakan apapun. Saya berharap dia bisa bermain. Jika dia bisa atau tidak, kami masih memiliki banyak talenta untuk mengalahkan mereka (Madrid),” tambah Bartomeu.

“Saya berharap para pemain kami bisa mengikuti perjalanan dengan tim nasional masing-masing tanpa cedera. Agar, kami bisa memberikan segalanya untuk mengalahkan rival,” sambungnya.

Akhirnya Real Madrid Menelan Kekalahan Perdananya

Akhirnya Real Madrid Menelan Kekalahan Perdananya

Akhirnya Real Madrid Menelan Kekalahan Perdananya

Akhirnya Real Madrid Menelan Kekalahan Perdananya

Sevilla menjadi tim pertama yang berhasil mengalahkan Real Madrid pada musim ini. Los Rojiblancos mengatasi El Real dengan skor 3-2.

Dalam lanjutan La Liga di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Senin (9/11) dinihari WIB, Madrid tak diperkuat kiper utamanya, Keylor Navas. Karim Benzema dan Marcelo juga absen.

Madrid lebih dulu unggul melalui gol indah Sergio Ramos pada menit ke-22. Tapi, sebelum turun minum, skor sudah berubah menjadi 1-1 karena Sevilla bisa menyamakan skor melalui Ciro Immobile pada menit ke-36.

Gol-gol Ever Banega dan Fernando Llorente di babak kedua membawa Sevilla memimpin 3-1. Madrid cuma bisa menambah satu gol melalui tembakan James Rodriguez di injury time.

Bagi Madrid, ini adalah kekalahan pertama mereka dalam 11 pertandingan La Liga musim ini sekaligus kekalahan pertama di era Rafael Benitez. Mereka pun tetap di posisi kedua klasemen dengan 24 poin, terpaut tiga poin dari Barcelona yang menempati posisi teratas. Sevilla duduk di posisi kesepuluh dengan 15 poin.

Sementara itu, Barcelona memetik kemenangan saat menjamu Villarreal dengan skor akhir 3-0. Gol-gol dari Neymar dan Suarez menjadi penentu kemenangan tim asal Catalan itu. Dengan tambahan tiga angka ini, Barca setidaknya akan memuncaki klasemen Liga Spanyol dalam beberapa jam kedepan. Mereka mengumpulkan 27 poin unggul tiga angka dari Real Madrid.