Tag Archives: Leicester City

Liverpool Bisa Saja Jadi Hambatan Bagi Leicester City

Liverpool Bisa Saja Jadi Hambatan Bagi Leicester City

Liverpool Bisa Saja Jadi Hambatan Bagi Leicester City

Liverpool Bisa Saja Jadi Hambatan Bagi Leicester City

Leicester City yang sudah membuat kejutan di musim ini, masih dengan perkasa memimpin klasemen Liga Primer Inggris hingga matchday ke-17 ini. Oleh karena itu, Leicester merasa tidak perlu takut untuk menghadapi tim manapun. Termasuk akhir pekan ini, ketika Leicester harus bertandang ke Anfield, markas Liverpool.

Sang manajer Claudio Ranieri, pun mengaku begitu menantikan partai ini penting ini. Atmosfer hebat yang kerap hadir di Anfield disebutnya sebagai salah satu yang terbaik. Ia pun menjanjikan permainan terbaik timnya di sana. “Ada atmosfer yang sangat bagus di kandang Liverpool dan kami harus menunjukkan kemampuan terbaik kami jika kami ingin menang di sana” tegas Claudio Ranieri yakin akan kemampuan timnya.

Di sisi satu lagi, Liverpool juga dinilai akan manjadikan laga melawan Leicester ujian berat di pekan ini. Setelah baru-baru ini Liverpool merasakan ditekuk oleh Watford FC dengan skor 3-0, dan sebelumnya ditahan imbang West Bromwich Albion 2-2 dan dikalahkan Newcastle United 2-0.

Bersamaan dengan Boxing Day, laga lanjutan Liga Primer Inggris Liverpool dijadwalkan akan menghadapi pemuncak klasemen Leicester City. Disebut ujian berat karena Leicester yang sekarang bukan tim yang bisa dianggap remeh. Dengan Jamie Vardy sebagai bomber utama dan Riyad Mahrez serta Marc Albrighton sebagai pemberi ancaman serius ke pertahanan lawan, Liverpool memang harus waspada selama 90 menit penuh.

Leicester musim ini tergolong dalam tim yang cukup tangguh karena memberikan kejutan-kejutan sejauh ini. Dari sembilan Boxing Day terakhir, Leicester bisa mencatat rekor tak terkalahkan, tapi itu ketika masih bermain di Championship. Sementara rekor Boxing Day di Liga Primer Inggris, rekor Leicester adalah sekali menang, tiga hasil imbang dan enam kekalahan.

Namun tim besutan Jürgen Klopp juga punya peluang untuk meredam ancaman Leicester, apalagi laga nanti akan dilangsungkan di Anfield kandang Liverpool sendiri. Liverpool tercatat meraih empat kemenangan dan tak pernah kalah dari enam partai melawan Leicester di Liga Primer Inggris. Liverpool juga tak pernah kalah di kandang sendiri di laga Liga Primer di Boxing Day dengan lima kemenangan dan tiga imbang.

Sejak Klopp mengambil alih posisi manajer di Anfield, tidak jarang bomber yang didatangkan dari Aston Villa Christian Benteke jarang diturunkan malah kebanyakan di bangku cadangan. Tetapi setelah the Reds melewati empat laga di semua kompetisi tanpa kemenangan, mantan gelandang Liverpool Jan Mølby pun ikut berkomentar sudah saatnya Klopp menurunkan Benteke.

Christian Benteke dinilai mampu memberikan ancaman bagi lawannya dan memberi warna permainan Liverpool, serta tidak jarang menjadi tumpuan di lini depan. Pemain tim nasional Belgia ini sudah mencatat empat gol dari 14 pertandingan Liga Primer Inggris.

Liverpool akan menjamu Leicester City pada 26 Desember mendatang, dan bisa dipastikan laga nanti akan menjadi seru mengingat apakah sang pemuncak klasemen Leicester City bisa bertahan diposisi pertamanya ataukah Liverpool akan menjadi ancaman bagi Leicester.

Leicester Bawa Pulang Kemenangan Atas Everton

Leicester Bawa Pulang Kemenangan Atas Everton

Leicester Bawa Pulang Kemenangan Atas Everton

Leicester Bawa Pulang Kemenangan Atas Everton

Leicester City menuai hasil yang positif saat bertandang ke markas besar Everton di lanjutan Premier League. Riyad Mahrez menyumbang dua gol yang dikemas lewat tendangan penalty, The Foxes menang dengan skor akhir 3-2.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Goodison Park, Sabtu (19/12/2015) malam WIB, gol penalti pertama Mahrez hadir di menit 27. Namun Everton langsung bisa menyamakan kedudukan dengan gol dari Romelu Lukaku lima menit setelahnya.

Di menit 65, Mahrez bisa mencetak gol lagi lewat tendangan eksekusi penaltinya. Shinji Okazaki lalu membawa Leicester menjauh dengan golnya di menit 69.

Di saat waktu normal menyisakan satu menit, Kevin Miralas bisa mencatatkan namanya di papan skor. Skor 3-2 menjadi penutup pertandingan tersebut.

Dengan tambahan tiga angka ini, Leicester kian nyaman di puncak klasemen sementara Premier League dengan torehan 38 poin. Mereka berjarak lima poin dari Arsenal di peringkat dua klasemen.

Sementara itu, Everton saat ini ada di posisi 10 klasmen dengan raihan 23 poin.

Jalannya Pertandingan

Kans pertama Leicester dalam pertandingan ini hadir pada menit 10. Shinji Okazaki melepaskan sepakan dari dalam kotak penalti, tapi masih melebar dari gawang Everton.

Leicester kembali mengancam 11 menit kemudian. Marcin Wasilewski yang melakukan percobaan, belum juga membuahkan hasil gol.

Everton membalas lewat Ross Barkley di menit 25. Sepakan kaki kirinya di tengah kotak penalti, masih melebar.

Tim besutan Claudio Ranieri itu akhirnya bisa mencetak gol pada menit 27. Gol itu dicetak lewat tendangan penalti menyusul pelanggaran pada Okazaki yang dibuat oleh Ramiro Funes Mori.

Mahrez yang menjadi eksekutor bisa menunaikan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Leicester unggul 1-0.

Keunggulan itu tak bertahan lama. Lima menit berselang, Lukaku mencatatkan namanya di papan skor. Dia berhasil menceploskan bola rebound dari sepakan Barkley.

Di sisa babak pertama tak ada gol tambahan, skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Leicester langsung tampil menyerang. Peluang pertama datang dari Andy King di menit 52, yang sepakannya masih melebar.

Jamie Vardy juga tak mau ketinggalan enam menit kemudian. Lewat sebuah satu serangan balik, Marc Albrighton bisa mengirim umpan matang untuk Vardy, sial sepakan pemain nomor sembilan itu masih belum membuahkan hasil.

Tim Howard melakukan pelanggaran pada Vardy pada menit 64. Wasit menunjuk titik putih, Mahrez kembali menjadi eksekutor. Pemain asal Aljazair itu mampu menaklukkan Howard untuk kedua kalinya. Leicester pun unggul 2-1.

Lima menit berselang, Vardy memberikan umpan matang untuk Okazaki. Mempunyai ruang lebar untuk menceploskan bola ke dalam gawang, pemain asal Jepang itu bisa menaklukan Howard dari jarak dekat.

Albrighton yang menjadi awal terciptanya gol dengan berhasil merebut bola dari pemain Everton, lalu mengirim bola untuk Vardy. Everton membalas di menit 83. Eksekusi sepakan bebas Lukaku masih melebar.

Di menit 89, Everton mampu memperkecil ketertinggalan. Barkley mengirim umpan matang untuk Miralas, yang berhasil menempatkan bola ke tiang dekat.

Tak ada gol lagi di sisa pertandingan, Leicester berhasil membawa pulang kemenangan dari Everton.

Skuad Chelsea Bukan Robot Kemenangan

Skuad Chelsea Bukan Robot Kemenangan

Skuad Chelsea Bukan Robot Kemenangan

Skuad Chelsea Bukan Robot Kemenangan

London – Bek Chelsea, Gary Cahill, menyatakan bahwa para pemain bukan robot kemenangan yang bisa dituntut untuk selalu tampil sempurna dan menghasilkan kemenangan di setiap tampilnya. Tapi Cahill yakin Chelsea bisa keluar dari krisis yang menjerat timnya-Chelsea, saat ini.

Setelah menjadi juara dengan mampu mendominasi setiap pertandingan sejak awal musim lalu, Chelsea justru terpuruk disetiap laga musim ini. Sudah menelan sembilan kali kekalahan dari 16 pertandingan, Chelsea pun terpuruk di papan terbawah klasemen sementara.

Kekalahan dari Leicester City lalu membuat Chelsea terperosok ke peringkat ke-16 dengan 15 poin. The Blues kini cuma berjarak satu angka dari zona degradasi, yang memungkinkan terperosok ke devisi Championship musim depan.

Cahill menilai anjloknya performa Chelsea di musim ini adalah bagian dari naik-turun dalam sepakbola. Namun Cahill sendiri optimistis Chelsea bisa bangkit dari keterpurukan ini.

“Ada beberapa memori luar biasa dan saya pikir kami tidak seharusnya melupakan sikap ketika kami menjuarai Premier League, memimpin sejak awal, itu merupakan prestasi luar biasa untuk semua orang di klub kami,” ujar Cahill kepada majalah Chelsea seperti dikutip situs resmi klub.

“Di sisi lain, seperti yang selalu terjadi dengan sepakbola, adalah bahwa itu adalah permainan dua sisi dan kami melewati periode yang sangat sulit bagi tim musim ini. Musim lalu luar biasa, musim ini berat, tapi kami tak sabar untuk membalikkannya dengan berjuang bangkit guna menghasilkan kemenangan. Kami akan bekerja keras untuk memperbaikinya.”

“Tidak setiap menit dari karier kami akan berjalan mulus, secara individu dan kolektif, dan tidak setiap musim, kami akan berjalan seperti yang Anda inginkan, tapi itu adalah soal bagaimana Anda bereaksi dan beranggapan ke kami-Chelsea. Skuad Chelsea bukan robot kemenangan di setiap pertandingan, namun kami sama seperti skuad klub lainnya yang pernah naik dan turun.

“Tapi ketika semua tidak berjalan baik, kami bekerja lebih keras dan menantikan reaksi dari kerja keras kami disetiap pertandingan. Saya yakin kami akan membalikkan keadaan ini,” lanjutnya.

Schweinsteiger Tidak Senang MU Bermain Imbang Dengan Leicester

Schweinsteiger Tidak Senang MU Bermain Imbang Dengan Leicester

Schweinsteiger Tidak Senang MU Bermain Imbang Dengan Leicester

Schweinsteiger Tidak Senang MU Bermain Imbang Dengan Leicester

Bandar Bola – LEICESTER, Gelandang Manchester United, Bastian Schweinsteiger, mengaku tidak senang tim yang dibelanya hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 saat bertandang kemarkas besar Leicester City di King Power Stadium (Leicester, Leicestershire) dini hari WIB. Gelandang Manchester United sekaligus kapten Timnas Jerman itu megnatakan kalau target United sebenarnya adalah membawa pulang tiga poin yakni meraih kemenangan.

United tertinggal lebih dahulu setelah gawang David de Gea dibobol Jamie Vardy di menit 24 pertandingan dimulai. Schweini, sapaan Schweinsteiger – kemudian berhasil membawa United menyetarakan kedudukan menjelang babak pertama usai. Dia sukses menanduk umpan tendangan sudut rekannya Daley Blind. Skor 1-1 pun akhirnya bertahan sampai laga berakhir, meskipun Schweini dan rekan-rekan bisa dibilang mengusai penuh jalannya pertandingan.

Schweini sendiri tidak berharap kemasukan gol dari Jamie Vardy. Menurutnya, lini pertahanan Manchester United telah kecolongan dan seharusnya bisa lebih sadar akan serangan tajam dari Jamie Vardy.

Jika Anda bertanya apakah kami senang dengan hasil imbang di kandang Leicester – yang sebelum laga ini sedang memimpin klasemen, maka jawabannya sangat tidak senang. Kami semua sangat kesal karena target kami adalah kemenangan dan Schweini pribadi juga merasa kami tak sepantas bermain imbang di laga ini.

“Kami sebenarnya sadar tentang bahaya yang bisa dihadirkan Jamie Vardy sebelum laga ini. Dia cepat dan senang melakukan tusukan-tusukan yang membuahkan gol. Jadi, intinya kami tidak senang dengan gol itu. Itu berawal dari serangan balik pertahanan tim kami harusnya bisa jauh lebih baik. Saya sendiri sangat mengecewakan kebobolan de Gea macam itu,” terang gelandang berusia 31 tahun itu.

“Kami tambah kecewa, karena gagal menang karena kami punya sejumlah peluang untuk menciptakan gol kedua. Memang tidak mudah untuk menghadapi Leicester City musim ini, namun kami harus menciptakan lebih banyak peluang dan gol nantinya. Kami harus berusaha lebih baik ke depannya, itu jelas!” tuntas mantan gelandang andalan Bayern Munich ini.

Leicester Akan Boyong Bintang Bersinar Dari Jepang

Leicester Akan Boyong Bintang Bersinar Dari Jepang

Leicester Akan Boyong Bintang Bersinar Dari Jepang

Leicester Akan Boyong Bintang Bersinar Dari Jepang

Leicester City dikabarkan akan segera menyusun kontrak baru untuk memboyong Striker Jepang Shinji Okazaki yang sekarang sedang bermain pada klub liga utama Jerman Mainz 05 dalam kontrak berdurasi empat tahun namun itupun kalau pemain tersebut sudah mendapat izin kerja dan diizinkan oleh FIFA.

Namun harga yang dipatok untuk pemain berusia 29 tahun itu belum bisa di konfirmasi, dugaan sementara dari media Jerman mengatakan pemain itu berkisar lebih dari 10 juta euro (11,16 juta dolar AS).

“Saya merasa Premier League adalah sebuah liga yang keras dan akan lebih baik bagi pemain berbakat, maka saya sangat gembira bisa tahu apa yang bisa saya lakukan di liga itu,” kata Okazaki dalam laman situs resmi Leicester(www.lcfc.com).

Dia merupakan pemain ketiga yang akan dikontrak klub selama jendela transfer dibuka menyusul lagi seorang pemain bertahan Jerman Robert Hut dari Stoke City dan pemain bertahan kiri Austria Christian Fuch dari Schalke 04.

Pencapaian Okazaki selama berkarir resmi yaitu Ia telah mencetak 43 gol dari 93 penampilan internasionalnya menjadikan Ia memasuki tiga besar pencetak gol terbanyak dari negara Jepang, adapun 12 gol yang dicetaknya untuk Mainz belakangan ini menunjukkan dirinya menjadi mesin gol dengan memperoleh banyak gol di liga utama Jerman.

Kala bermain di timnas U-23 bagi Jepang pada Olimpiade 2008 Beijing, Okazaki semakin mengukuhkan dirinya sebagai pemain timnas senior Jepang dan bahkan terpilih sebagai striker utama. Dia berhasil mencetak gol pertamanya untuk Jepang pada 2009 saat menghadapi Yaman, dan dia bolak-balik mencetak gol saat melawan Hongkong dan Togo kala itu.