Tag Archives: Inggris

Kontra Stoke City Tidak Akan Mudah Bagi Manchester United

Kontra Stoke City Tidak Akan Mudah Bagi Manchester United

Kontra Stoke City Tidak Akan Mudah Bagi Manchester United

Kontra Stoke City Tidak Akan Mudah Bagi Manchester United

Louis van Gaal, pelatih Manchester United yakin akan ada cara agar klubnya bisa bangkit dari keterpurukan. LvG sebagaimana julukan bagi sang manajer asal Belanda tersebut akan mencoba berkomunikasi bersama skuadnya untuk mengetahui masalah apa saja yang didapat ketika bermain di atas lapangan hijau.

Komunikasi menurutnya adalah hal yang sangat penting bagi kedua pihak LvG dan The Red Devils. Sebab enam pertandingan terakhir di semua ajang, United tak pernah meraih kemenangan. Bahkan di tiga laga terakhir, Wayne Rooney dan kawan-kawan menderita kekalahan.

Akibat kekalahan-kekalahan tersebut, United tercecer ke posisi lima klasemen Liga Primer Inggris sementara dan tersingkir dari ajang kompetisi Liga Champions UEFA. Oleh karena itu, komunikasi bersama Setan Merah adalah termasuk penting untuk bersama-sama mengembalikan nama besar United.

Sabtu (26/12) malam nanti, United akan bertandang ke markas Stoke City dalam lanjutan Liga Primer musim ini. Jika gagal meraih angka penuh atau bahkan mengalami kekalahan dalam laga yang berlangsung di Britannia Stadium tersebut, kabarnya LvG siap-siap harus rela kehilangan jabatan sebagai pelatih Manchester United.

Namun, pelatih Manchester United tersebut bertekad membawa timnya meraih kemenangan saat bertandang ke markas Stoke City nanti. Walau terbilang tidak akan berjalan mulus-mulus saja, United harus bisa percaya diri akan menambah raihan poin mereka agar tidak tambah terperosok ke kelas bawah klasemen.

Stoke City dikenal sebagai klub yang bermain bagus dilapangan sendiri. Bahkan pada musim ini, klub asuhan Mark Hughes tersebut berhasil mengalahkan Chelsea 1-0 dan Manchester City 2-0. Selain itu dalam dua kunjungan terakhir ke Britannia, United tak pernah menang setelah harus puas menerima hasil imbang dan kekalahan.

Kewaspadaan harus tetap diterapkan bagi Wayne Rooney dan pemain-pemain United lainnya, agar tidak merasakan kekalahan kembali setelah 3 laga terakhirnya harus berturut-turut tidak membawa hasil apa-apa. Walau secara klasemen Stoke City masih berada di posisi ke-11 selisih 6 poin jauh dari United yang berada di posisi ke-5 klasemen sementara.

Menurut LvG dengan kekalahan 3 kali beruntun terakhir ini, timnya haus akan kemenangan. Namun melawan Stoke City tidaklah akan mudah, mencuri poin akan menjadi sebuah keberuntungan untuk bangkitnya Setan Merah. Seperti diketahui juga, nama Rooney memang sedang berada dalam sorotan tajam beberapa media.

Menurunnya penampilan mantan penyerang Everton tersebut membuat spekulasi ada sedikit masalah mental dan gangguan bagi Wayne Rooney. Striker United tersebut terhitung hanya mampu menyumbangkan 7 dari 22 kali dipercaya Louis van Gaal mengisi pos lini serang United.

Pelatih timnas Inggris Roy Hodgson menjelaskan bahwa penurunan performa Rooney dalam beberapa pertandingan terakhirnya bukanlah kesalahannya. Gaya permainan United musim ini yang membuat Rooney sedikit kurang beradaptasi dan malah harus lebih banyak turun membantu lini tengah mereka.

Manchester United Diharapkan Segera Bangkit Kembali

Manchester United Diharapkan Segera Bangkit Kembali

Manchester United Diharapkan Segera Bangkit Kembali

Manchester United Diharapkan Segera Bangkit Kembali

Salah satu klub raksasa di Liga Primer Inggris Manchester United menjalani musim 2015/16 dengan performa yang jauh dari kata mengesankan. Bahkan dalam enam pertandingan terakhir, skuad Setan Merah ini berakhir tanpa kemenangan. Melihat kondisi tersebut lantas mendapatkan tanggapan dari winger United Ashley Young.

Sang gelandang menyatakan masih optimis klubnya mampu bangkit saat melakoni laga Boxing Day kontra Stoke City di Britannia Stadium Sabtu (29/12) malam hari. Menurutnya kegagalan di enam laga sebelumnya memang hal yang mengecewakan bagi timnya. Namun, hal yang tidak biasa tersebut tidak membuat United putus asa begitu saja, dia beserta rekan-rekan setimnya ingin kembali ke jalur kemenangan.

“Kami semua kecewa di beberapa laga terakhir, namun saya selalu mengatakan bahwa semangat tim sangat fantastis. Selalu ada senyum di wajah kami dan semua orang ingin mengembalikan keadaan seperti semula. Tidak ada pemain yang tak ingin meraih kemenangan” tambah Ashley Young menyemangati timnya. Setan merah saat ini masih tertahan di posisi kelima dalam tabel klasemen sementara Premier League musim ini. Tim besutan Louis van Gaal itu terpaut sembilan angka dari pemuncak klasemen sementara, yakni Leicester City.

Di sini lain, Memphis Depay yang juga dinilai kurang maksimal dalam setiap performanya berlaga bersama Manchester United. Sempat diprediksi bakal menjadi salah satu solusi di lini depan Setan Merah, performa Memphis justru labil dalam beberapa laga terakhir.

Winger Timnas Belanda tersebut hanya mampu melesakan gol sebanyak lima kali dari 23 penampilannya bersama skuad United di musim ini. Meski begitu, tak lantas membuat Memphis pesimis melihat masa depannya sebagai pesepakbola profesional. Pemain yang diboyong manajemen United dari PSV Eindhoven pada bursa transfer musim panas 2015 itu, masih percaya bahwa cita-citanya menjadi salah satu pemain terbaik di dunia bakal terwujud di masa yang akan datang.

Memphis Depay beranggapan penurunan yang dialami Manchester United musim ini diluar dari kendalinya, dan tetap ingin bermain sebaik mungkin dalam setiap pertandingan bersama klubnya saat ini United. “Tentu, Anda ingin segalanya berjalan lancar. Akan tetapi sesuatu tidak selalu realistis, namun, kesalahan juga bukan sebuah opsi dari apa yang saya raih di sini. Jadi, saya hanya harus segera memperbaiki segala kekurangan saya saat ini”.

Kursi kepelatihan di Manchester United pun sedang mengalami perguncangan seperti yang sering terdengar dari berita yang beredar. Seperti diketahui, masa depan Van Gaal di Old Trafford memang sedang berada di ujung tanduk saat ini. Penyebabnya tak lain adalah hasil kurang maksimal yang diraih United dalam enam pertandingan terakhir mereka.

Kondisi tersebut lalu memunculkan dua nama yang disebut-sebut cocok untuk mengambil alih jabatan Van Gaal tersebut. Nama Ryan Giggs dan Jose Mourinho disebutkan yang menjadi kandidat bakal membesut Wayne Rooney berserta pemain-pemain lain di United.

Mantan pemain Real Madrid, Liverpool, dan Newcaslte United ‘Michael Owen’ pun sempat berkomentar akan hal itu terkait juga kurang maksimalnya performa Manchester United di musim ini. Baik itu Giggs atau Mourinho menurutnya mampu melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik ketimbang Van Gaal.

Kekalahan lain yang sangat mengecewakan untuk United di kandang dari Norwich City pada akhir pekan lalu, menebalkan kabar mengenai kapan Louis van Gaal akan pergi meninggalkan klub. “Saya rasa Jose Mourinho akan cocok mengambil alih tugas Van Gaal, namun saya juga merasa Giggs yang akan mampu melanjutkan pekerjaan itu dari pria asal Belanda tersebut. Ini bukan sekadar hasil akhir tapi juga mengenai gaya sepakbola” tegas Owen.

Liverpool Bisa Saja Jadi Hambatan Bagi Leicester City

Liverpool Bisa Saja Jadi Hambatan Bagi Leicester City

Liverpool Bisa Saja Jadi Hambatan Bagi Leicester City

Liverpool Bisa Saja Jadi Hambatan Bagi Leicester City

Leicester City yang sudah membuat kejutan di musim ini, masih dengan perkasa memimpin klasemen Liga Primer Inggris hingga matchday ke-17 ini. Oleh karena itu, Leicester merasa tidak perlu takut untuk menghadapi tim manapun. Termasuk akhir pekan ini, ketika Leicester harus bertandang ke Anfield, markas Liverpool.

Sang manajer Claudio Ranieri, pun mengaku begitu menantikan partai ini penting ini. Atmosfer hebat yang kerap hadir di Anfield disebutnya sebagai salah satu yang terbaik. Ia pun menjanjikan permainan terbaik timnya di sana. “Ada atmosfer yang sangat bagus di kandang Liverpool dan kami harus menunjukkan kemampuan terbaik kami jika kami ingin menang di sana” tegas Claudio Ranieri yakin akan kemampuan timnya.

Di sisi satu lagi, Liverpool juga dinilai akan manjadikan laga melawan Leicester ujian berat di pekan ini. Setelah baru-baru ini Liverpool merasakan ditekuk oleh Watford FC dengan skor 3-0, dan sebelumnya ditahan imbang West Bromwich Albion 2-2 dan dikalahkan Newcastle United 2-0.

Bersamaan dengan Boxing Day, laga lanjutan Liga Primer Inggris Liverpool dijadwalkan akan menghadapi pemuncak klasemen Leicester City. Disebut ujian berat karena Leicester yang sekarang bukan tim yang bisa dianggap remeh. Dengan Jamie Vardy sebagai bomber utama dan Riyad Mahrez serta Marc Albrighton sebagai pemberi ancaman serius ke pertahanan lawan, Liverpool memang harus waspada selama 90 menit penuh.

Leicester musim ini tergolong dalam tim yang cukup tangguh karena memberikan kejutan-kejutan sejauh ini. Dari sembilan Boxing Day terakhir, Leicester bisa mencatat rekor tak terkalahkan, tapi itu ketika masih bermain di Championship. Sementara rekor Boxing Day di Liga Primer Inggris, rekor Leicester adalah sekali menang, tiga hasil imbang dan enam kekalahan.

Namun tim besutan Jürgen Klopp juga punya peluang untuk meredam ancaman Leicester, apalagi laga nanti akan dilangsungkan di Anfield kandang Liverpool sendiri. Liverpool tercatat meraih empat kemenangan dan tak pernah kalah dari enam partai melawan Leicester di Liga Primer Inggris. Liverpool juga tak pernah kalah di kandang sendiri di laga Liga Primer di Boxing Day dengan lima kemenangan dan tiga imbang.

Sejak Klopp mengambil alih posisi manajer di Anfield, tidak jarang bomber yang didatangkan dari Aston Villa Christian Benteke jarang diturunkan malah kebanyakan di bangku cadangan. Tetapi setelah the Reds melewati empat laga di semua kompetisi tanpa kemenangan, mantan gelandang Liverpool Jan Mølby pun ikut berkomentar sudah saatnya Klopp menurunkan Benteke.

Christian Benteke dinilai mampu memberikan ancaman bagi lawannya dan memberi warna permainan Liverpool, serta tidak jarang menjadi tumpuan di lini depan. Pemain tim nasional Belgia ini sudah mencatat empat gol dari 14 pertandingan Liga Primer Inggris.

Liverpool akan menjamu Leicester City pada 26 Desember mendatang, dan bisa dipastikan laga nanti akan menjadi seru mengingat apakah sang pemuncak klasemen Leicester City bisa bertahan diposisi pertamanya ataukah Liverpool akan menjadi ancaman bagi Leicester.

Optimisme Manchester City Dan Masa Depan Pellegrini

Optimisme Manchester City Dan Masa Depan Pellegrini

Optimisme Manchester City Dan Masa Depan Pellegrini

Optimisme Manchester City Dan Masa Depan Pellegrini

Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini mengaku tidak terlalu kecewa dengan kekalahan 2-1 yang mereka derita dari Arsenal di Emirates Stadium Selasa lalu. Menurutnya, performa tim di babak kedua menunjukkan bahwa City masih pantas dipandang sebagai kandidat kuat juara Liga Primer Inggris musim ini.

Kekalahan itu membuat The Citizens kini tertinggal enam poin dari Leicester City di puncak klasemen Liga Primer Inggris sementara, namun Pellegrini tetap optimis dengan peluang juara bagi timnya. Selain itu, Pellegrini juga merasa lega setelah striker Sergio Agüero melakoni comeback melalui partai tersebut setelah absen selama hampir satu bulan akibat cedera engkel.

Kekalahan kelima di Liga Primer Inggris musim ini dari Arsenal diyakini telah memudarkan peluang Manchester City untuk menjadi kampiun. Skor kekalahan 2-1 di Emirates membuat Citizens terpaut enam angka dari pemuncak tabel Leicester City dan empat di belakang Arsenal. Namun, Manajer Manuel Pellegrini menolak panik dan tetap optimistis bahwa skuadnya mampu merebut mahkota juara di akhir musim.

Dengan kekalahan terakhir, tak heran masa depan Manuel Pellegrini semakin dipertanyakan. Terlebih dengan kabar Pep Guardiola baru saja dipastikan tidak akan melatih Bayern Munich lagi di musim depan. Sang pelatih tersebut mengaku tak mengkhawatirkan masa depannya sebagai pelatih Manchester City.

Menanggapi rumor tersebut, dengan santai Pellegrini lantas menegaskan jika dirinya sama sekali tak khawatir dengan masa depannya sebagai pengasuh City. Ia hanya ingin terus bekerja keras terhadap pekerjaannya. “Spekulasi ini sudah dimulai tahun lalu. Ini adalah bagian dari profesi kami. Bagi saya, hal paling penting adalah terus bekerja keras dan mencoba meraih kemenangan”.

Lalu di lain tempat, mengenai dengan rumor masa depan Pellegrini di Manchester City sehubungan kekalahan terakhir mereka, ada kabar Manuel Pellegrini akan menggantikan menggantikan Jose Mourinho di Chelsea pada musim depan. Sejumlah kandidat sudah dikaitkan dengan pekerjaan di Stamford Bridge, namun Pellegrini diyakini menjadi pilihan utama jika melihat dari sudut pandang finansial.

Pep Guardiola juga dijagokan untuk menukangi City pada musim panas menyusul kepergiannya dari Bayern Munich, yang berarti Pellegrini bisa dihadirkan tanpa harus membayar kompensasi.

Badai cedera menjadi masalah reguler Manchester City musim ini, tetapi manajer Manuel Pellegrini kabarnya akan bisa mendapatkan skuad lengkap untuk laga di Boxing Day menjamu Sunderland. Terkecuali Samir Nasri yang kemungkinan absen sampai akhir musim akibat cedera.

Striker Sergio Agüero pun baru pulih dan comeback dari cedera nya, Pellegrini mengaku striker Argentina tersebut siap diturunkan walau meski memerlukan sedikit waktu untuk kembali ke kondisi prima. Sang kapten Vincent Kompany dan bek kanan Pablo Zabaleta juga diyakini sudah kembali dari rumah pesakitan dan mulai pulih.

Arsenal Buang Harry Kane karena Terlalu Pendek

Arsenal Buang Harry Kane karena Terlalu Pendek

Arsenal Buang Harry Kane karena Terlalu PendekPenyesalan selalu datang pada belakangan. Itulah yang sedang dirasakan pelatih Arsenal yaitu Arsene Wenger yang telah mengetahui fakta bahwa teamnya melepaskan penyerang Tottenham Hotspur yang pada saat ini sedang naik daun yaitu Harry Kane.

Harry Kane penyerang Inggris yang memiliki julukan Hurri-Kane tersebut aktif menjadi mesin gol Tottenham Hotspurs sejak musim yang lalu, dan menemukan kembali performa terbaiknya pada musim ini. Ia sempat membela Arsenal saat berusia sembilan tahun, namun kemudian pindah ke White Hart Lane yang merupakan markas besar Tottenham Hotspurs.

Harry Kane pun telah mengungkapkan bahwa alasan The Gunners yang merupakan julukan Arsenal membuangnya ke rival sekota tersebut. Harry Kane penyerang yang berusia 22 tahun pada saat itu masih terlalu pendek, dan sulit berkembang, hingga Arsenal pun melepasnya.

“Sulit memberi tahu pada usia berapa pemain akan bertambah tinggi. Saya memeng pendek pada saat itu, pendek untuk ukuran saya, dan saya telat untuk berkembang. Jadi, sangat sulit waktu itu memanggil pemain di usia yang masih sangat muda,” ungkap Harry Kane, seperti yang telah dilansir dari Squawka pada Senin (16/11/2015).

“Setelah itu, saya pergi ke Tottenham Hotspurs ketika berusia 11 tahun. Namun, segalanya tidak begitu saja berjalan dengan mudah, saya masih harus bekerja keras. Ada naik-turun sepanjang perjalanan karier saya. Semakin tua saya mulai berkembang, mengejar pemain yang lainnya pada kisaran umur saya dan pada saat itulah semuanya dimulai,” terang Harry Kane.

Wayne Rooney : Mempertahankan Posisi Adalah Tantangan

Wayne Rooney : Mempertahankan Posisi Adalah Tantangan

Wayne Rooney : Mempertahankan Posisi Adalah Tantangan

Wayne Rooney : Mempertahankan Posisi Adalah Tantangan

Kapten Timnas Inggris ‘Wayne Rooney’ mengakui tempatnya di Timnas masih jauh dari kata pasti, setelah sang pelatih Roy Hodgson tidak mengikutkannya dalam laga internasional pertandingan persahabatan melawan Spanyol Jumat malam waktu setempat.

Hodgson telah memilih untuk mengistirahatkan pemain veteran tersebut, dengan pilihan ‘Harry Kane’ dan ‘Ross Barkley’ diberikan kesempatan mengisi tempat itu agar meningkat kesan karakter mereka dihadapan pendukung Alicante (Spanyol).

Rooney telah berjuang keras agar penampilan dan konsistensinya tetap dalam musim ini, namun hanya mampu menghasilkan dua gol di Liga Premier dalam 11 kali penampilannya. Dan pemain berusia 30 tahun itu menyadari bahwa dia menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan tempatnya dalam Tim Nasional dan menerima persaingan telah menjadi sangat keras dalam hal itu.

Dalam media setempat, dia berkata bahwa dalam timnas banyak kumpulan striker handal, tentu saja sejak Rooney juga telah bergabung didalamnya. Sebutkan saja tim punya Danny Welbeck, Daniel Sturridge , dan Theo Walcott, terlepas dari kena cedera dan itu merupakan rangkaian bakat yang besar tentu saja bagus untuk timnas.

“Dalam tahun-tahun sebelumnya, kami masuk turnamen dan belum banyak mempunyai pemain-pemain juara dalam pertandingan. Sekarang ini kami dapatkan cukup banyak pemain handal yang beberapa kali memenangkan pertandingan dimasing-masing klubnya, yang mana pastinya akan lebih menguntungkan timnas” ungkap Rooney.

Rooney mengatakan selalu ada kompetisi, seperti tentu saja orang ingin bermain disetiap pertandingan tapi kemudian dia sendiri harus mengerti ketika ada pemain lain mungkin seperti Jamie Vardy masuk dan juga bermain bagus. Tergantung pelatih mengatur pemain mana yang dirasa mampu masuk ke level tertentu.

Tambah Rooney juga “Tantangan besar untuk menjaga posisi anda didalam tim dan hal itulah yang ingin saya lakukan. Saya ingin membuktikan kemampuan saya. Sejak Roy Hodgson melatih, penampilan internasional saya juga terbilang bagus dan saya harap akan terus berlanjut”.

Mantan pemain timnas Spanyol dan mantan gelandang Barcelona “Xavi Hernández” juga sempat berkomentar bahwa kapten tim Manchester United Wayne Rooney akan kembali mencetak gol-gol terbaiknya. Kemampuannya menciptakan gol level tinggi sempat dipertanyakan di musim ini setelah hanya mampu memberikan 2 gol di Liga Premier dalam 11 kali pertandingan, dengan hanya total 4 gol di lima pertandingan Eropa.

Bagaimanapun, pesepakbola asal Spanyol ‘Xavi’ beranggapan striker usia 30 tahun tersebut mampu bangkit dan masuk kedalam jalur, menunjuk contohnya saja ‘Andrés Iniesta’ yang mampu hingga saat ini aktif dalam setiap laga.

Jelang laga uji coba melawan Spanyol dan Prancis, Wayne Rooney menegaskan Inggris harus bisa memperbaiki sejumlah kelemahan dan meningkatkan kualitas bermain mereka. 100 persen kemenangan di fase kualifikasi grup Piala Eropa 2016, diungkapkan striker Manchester United tersebut, tak bisa dijadikan patokan atas performa Inggris secara keseluruhan.

“Kami tahu kami memiliki skuat yang bagus dan skuat yang menarik. Skuatnya masih muda, tapi kami masih harus lebih baik lagi. Inggris harus tampil bagus dan belajar untuk bermain lebih baik lagi karena pertandingan ini akan menjadi tes yang lebih besar dibanding babak kualifikasi” jelas Rooney kepada media setempat.