Tag Archives: Brendan Rodgers

Guus Hiddink Sambut Tantangan di Chelsea

Guus Hiddink Sambut Tantangan di Chelsea

Guus Hiddink Sambut Tantangan di Chelsea

Guus Hiddink Sambut Tantangan di Chelsea

London – Nama Guus Hiddink rumor diperbincangkan dengan kursi pelatih Chelsea yang lowong. Eks pemain The Blues Ray Wilkins sangat percaya sosok Hiddink akan menyambut tantangan itu dengan senang hati.

Kursi pelatih Chelsea kosong setelah Jose Mourinho dibebastugaskan oleh manajemen The Blues. Pasalnya, Chelsea hanya mampu memetik hasil yang sangat buruk sejak awal musim ini.

Di Premier League, Chelsea baru memetik empat kali kemenangan dan sudah kalah sembilan kali dari 16 laga yang sudah dilakoni. Hasil itu membuat sang juara bertahan Premier League musim lalu hanya mampu memetik 16 poin klasemen sementara, cuma berjarak satu angka dari zona degradasi.

Beberapa nama langsung dikaitkan dengan posisi manajer Chelsea. Guus Hiddink yang disebut sebut sebagai kandidat terkuat, diikuti Brendan Rodgers dan Juande Ramos. Nama lain yang dihubungkan adalah Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, Antonio Conte, dan Diego Simeone, namun diyakini Guus Hiddink bisa menangani Chelsea di musim panas mendatang.

Hiddink sendiri dijadikan kandidat terkuat karena kabarnya mau menerima peran manajer interim sampai akhir musim. Dengan cara itu, Chelsea bisa memburu manajer lain untuk jangka panjang di musim panas. Bursa pelatih tentu saja bakal lebih terbuka di musim panas mendatang.

Wilkins menilai Hiddink bakal jadi sosok yang tepat untuk membenahi Chelsea. Dia juga percaya pria asal Belanda itu akan menyambut tantangan tersebut dengan senang hati.

“Sebagai seorang manajer interim, dia sangat menyukai tantangannya. Saya yakin itu,” ujarnya kepada talksport.

“Dia akan jadi seseorang yang akan saya sebut sempurna, untuk masuk dan menangani tim sampai akhir musim, dan membenahi mereka,” imbuh pria yang pernah menjadi asisten Hiddink ini, saat pertama kali memegang jabatan interim di Chelsea pada 2009.

Lebih jauh soal Chelsea, Wilkins merasa bahwa sepatutnya para pemain layak disalahkan karena tak memberikan penampilan optimal musim ini.

“Saya sejujurnya percaya para pemain juga perlu mengambil tanggung jawab yang besar untuk ini, karena mereka benar-benar tidak tampil baik. Satu-satunya pemain yang tampil oke dengan level konsistensi tertentu adalah Willian,” tambahnya.

Simeone Diprediksi akan Gantikan Mourinho

Simeone Diprediksi akan Gantikan Mourinho

Simeone Diprediksi akan Gantikan Mourinho

Simeone Diprediksi akan Gantikan MourinhoManajemen Chelsea telah dikabarkan bahwa sudah menyiapkan Diego Simeone untuk menggantikan posisi pelatih Jose Mourinho untuk mengarsiteki John Terry dan kawan-kawan. Diego Simeone mungkin akan didatangkan oleh manajemen The Blues yang merupakan julukan Chelsea di musim depan.

Seperti yang telah dimuat dari Sportmole pada Minggu (8/11/2015). Diego Simeone sebenarnya masih terikat kontrak dengan Atletico Madrid hingga 2020 yang akan datang. Namun, Diego Simeone pelatih yang berasal dari Argentina itu memiliki masa jeda selama kontraknya, dan The Blues sangat siap sekali untuk memanfaatkan situasi tersebut untuk mendatangkannya dan mendepak Jose Mourinho.

Masa depan The Special One yang merupakan julukan Jose Mourinho di Chelsea memang sedang santer dibicarakan, menyusul hasil buruk London Biru di awal musim 2015-2016 ini. Menjadi jawara pada musim lalu, klub milik Roman Abramovich itu justru kini terjerembab di posisi 16 klasemen sementara English Premier League.

Diego Simeone sangat diharapkan dapat mengembalikan Chelsea ke masa jayanya. Seperti yang telah diketahui bahwa bersama dengan Atletico Madrid, Diego Simeone membawa Los Rojiblancos yang merupakan julukan Atletico Madrid manjadi penantang dua penguasa La Liga yakni Real Madrid dan Barcelona.

Selagi menunggu Diego Simeone, manajemen The Blues telah dikabarkan juga siap mendatangkan mantan pelatih Liverpool yaitu Brendan Rodgers, ke Stamford Bridge yang merupakan markas besar Chelsea untuk jangka pendek. Ya, Brendan Rodgers hanya akan berperan sebagai caretaker.

3 Tahun Berkarir 'Brendan Rodgers' di Liverpool Akan Berakhir

Karir ‘Brendan Rodgers’ Di Liverpool Berakhir Setelah 3 Tahun

3 Tahun Berkarir 'Brendan Rodgers' di Liverpool Akan Berakhir

Karir ‘Brendan Rodgers’ Di Liverpool Berakhir Setelah 3 Tahun

Dengan hasil yang kurang memuaskan dalam beberapa partai terakhir Liverpool, Brendan Rodgers mendapat sorotan dan kabarnya akan segera dipecat dari Liverpool.

Namun kabar yang sempat beredar deras di media Inggris tersebut sempat tidak membuat khawatir Rodgers, malah fokus sang pelatih The Reds tersebut lebih kepada meningkatkan potensi terbaik timnya.

Lalu setelah Liverpool mengakhiri pertandingan melawan klub Everton FC di kandang Goodison Park dengan hasil yang kurang memuaskan skor akhir 1-1, performa The Reds diawal musim ini dinilai tidak menyakinkan.

Pemain-pemain Rodgers hanya mampu meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir di Liga Primer Inggris. Bahkan sempat merasakan kalah telak dari West Ham United dan juga dipermalukan Manchester United.

Isu pemecatan sang manajer pun semakin kencang beredar, apalagi baik ‘Jürgen Klopp’ maupun ‘Carlo Ancelotti’ diketahui sedang menganggur dari masing-masing aktivitas kepelatihan mereka.

Usai laga terakhir di kandang Everton Goodison Park, Liverpool yang hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah, Liverpool FC mengumumkan mengakhiri ikatan kontrak kerja sama mereka dengan Brendan Rodgers.

Ucapan terima kasih sempat ditujukan kepada Rodgers untuk kerjasamanya selama ini membangun dan berkomitmen meningkatkan tim lebih baik lagi dalam setiap pertandingannya.

Meski merupakan keputusan yang sulit, pihak direksi Liverpool FC berikut pemilik klub ‘John W. Henry’, chairman ‘Tom Werner’ beserta presiden klub ‘Mike Gordon’ meyakini keputusan semata memberikan kesempatan sukses yang lebih besar untuk Liverpool dilapangan.

Pihak direksi Liverpool menyatakan “Pencarian manajer baru segera kami lakukan dan kami harap bisa mengumumkan di waktu dan keputusan yang tepat”.

“Di setiap laga yang kami lalui, kemampuan lawan meningkat mengingat nama besar klub kami. Ini menunjukkan tingkatan klub kami, tingkat perkiraan yang diambil oleh klub lain. Kami harus hidup dengan kondisi itu, kami dituntut untuk bermain bagus, dan ini hanya soal membantu tim ini berubah dan menjawab ekspektasi tersebut,” tandas sang manajer usai laga imbang terakhir melawan Everton.